Pengembangan Aplikasi Jadwal Dinas
Main Article Content
Abstract
Permasalahan utama dalam sistem penjadwalan dinas di berbagai institusi adalah masih digunakannya metode manual, seperti pencatatan melalui dokumen fisik atau spreadsheet, yang rentan terhadap kesalahan input, miskomunikasi, dan keterlambatan distribusi informasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah aplikasi berbasis web bernama Agenda, yang dirancang untuk mempermudah proses penjadwalan dinas secara digital dan terintegrasi. Aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL, yang memungkinkan pengelolaan data jadwal dinas secara efisien, terstruktur, dan fleksibel. Keunggulan utama dari aplikasi Agenda adalah fitur notifikasi otomatis (blast) melalui WhatsApp API, yang secara langsung mengirimkan jadwal kepada seluruh pengguna terkait tanpa harus membuka aplikasi terlebih dahulu. Fitur ini diimplementasikan sebagai solusi untuk mengurangi keterlambatan distribusi informasi serta meningkatkan efektivitas komunikasi internal dalam organisasi. Proses pengembangan mengikuti pendekatan waterfall model, dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, hingga pengujian fungsional. Dengan fitur utama pengiriman notifikasi dinamis via WhatsApp, aplikasi Agenda tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis penjadwalan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan tata kelola komunikasi dinas yang lebih efisien dan real-time.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
[1] Raharjo, B., & Sari, D. (2021). Analisis Sistem Informasi Manual terhadap Kinerja Pegawai. Jurnal Sistem Informasi dan Komputer, 9(2), 123–130.
[2] Nugroho, A., & Lestari, M. (2020). Efektivitas Penggunaan Spreadsheet dalam Penjadwalan Dinas. Jurnal Manajemen Teknologi, 18(1), 45–52.
[3] Prasetyo, Y. (2019). Dampak Human Error dalam Penjadwalan Operasional. Jurnal Ilmu Administrasi,11(3), 88–95.
[4] Handayani, R., & Firmansyah, A. (2022). Pengembangan Aplikasi Mobile untuk Penjadwalan Shift Kerja. Jurnal Teknologi Informasi, 14(4), 210–218.
[5] Hidayat, T., & Utami, S. (2021). Pemanfaatan WhatsApp dalam Komunikasi Bisnis di Era Digital. Jurnal Komunikasi Digital, 6(2), 66–73.
[6] Putri, N., & Hasan, M. (2020). Sistem Notifikasi Otomatis Berbasis WhatsApp API dalam Manajemen Tugas. Jurnal Sistem Informasi, 16(2), 101–108.
[7] Fadilah, A., & Susanto, D. (2021). Efektivitas Aplikasi Manajemen Shift terhadap Produktivitas Kerja. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 13(3), 200–209.
[8] Wibowo, F., & Kurniawan, H. (2023). Transparansi Data melalui Aplikasi Penjadwalan Digital. Jurnal Teknologi Organisasi, 9(1), 35–42.
[9] Senarath, U. S. (2021). Waterfall methodology, prototyping and agile development. ResearchGate.INDOTERA Vo.1 No.1, 18-28 (2025)
[10] Szopinski, D., Schoormann, T., John, T., Knackstedt, R., & Kundisch, D. (2020). Software tools for business model innovation: current state and future challenges. Electronic Markets, 30(3), 469-494.
[11] DuBois, P. (2013). MySQL. Addison-Wesley.
[12] Chen, X., Yue, X. G., Li, R., Zhumadillayeva, A., & Liu, R. (2021). Design and application of an improved genetic algorithm to a class scheduling system. International Journal of Emerging Technologies in Learning (iJET), 16(1), 44-59.
[13] Song, I. Y., Evans, M., & Park, E. K. (1995). A comparative analysis of entity-relationship diagrams. Journal of Computer and Software Engineering, 3(4), 427-459.
[14] Garverick, J. (2018). The wireframe. In Migrating to Azure: Transforming Legacy Applications into Scalable Cloud-First Solutions (pp. 85-103). Berkeley, CA: Apress.
[15] Khan, M. E., & Khan, F. (2012). A comparative study of white box, black box and grey box testing techniques. International Journal of Advanced Computer Science and Applications, 3(6).